Arti Cinta Sejati Yang Mendalam dalam Kisah Historis Awal Mula Adanya Qurban
Idul Adha bukan hanya sekedar peristiwa penyembelihan hewan. Tersirat banyak hikmah yang istimewa dalam peristiwa ini. Di abadikan dalam untaian ayat-ayat suci Al-Qur'an. Nabi ibrahim merupakan nabi yang mendapatkan gelar khalilullah (hamba yang terdekat dengan Allah). Disebut pula dalam shalawat setiap kita sholat disetiap waktunya.
للَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ
Artinya:
Ya Allah aku sampaikan shalawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya. Sebagaimana Anda sampaikan shalawat kepada Nabi Ibrahim As, serta kepada para keluarganya. Dan, berikanlah keberkahan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarga. Sebagaimana, Engkau telah berkahi junjungan kita Nabi Ibrahim, serta berkah yang dilimpahkan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Kekal.
Nabi Ibrahim merupakan nabi yang kaya. Beliau pernah menyembelih unta sebanyak 300 ekor dan kambing sebanyak 1000 ekor. Setelah dipotong, dagingnya dibagikan kepada fakir miskin hingga daging tersebut tidak tersisa. Malaikat mengaguminya dan manusia memuji atas keberanian beliau. Keluarlah kutipan beliau “Kalau unta 300 ekor, kambing 1000 ekor itu kecil, jangankan unta atau, andai kata saya punya anak diperintahkan untuk menyembelih saya sembelih untuk mendekatkan diri kepada Allah”. Pada saat itu Nabi Ibrahim belum memiliki anak. Singkat cerita, setelah memiliki anak dari siti hajar yang bernama Ismail. Beliau tumbuh menjadi anak yang pandai berusaha dan membantu pekerjaan-pekerjaan ayahnya. Nabi Ibrahim saat tidur mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk menyembelih mereka. Keimanan nabi Ibrahim sangat teguh dan kokoh. Nabi Ibrahim berhasil menghadapi Ujian yang diberikan Allah SWT. Tidak sedikit pun beliau mengeluh saat melaksanakan perintah Allah SWT. Ketika Ibrahim membaringkan untuk melaksanakan perintah Allah, terlebih dahulu ia meminta tanggapan dan persetujuan dari sang putra. Ibrahim berkata: "Wahai putraku, sesungguhnya aku melihat dalam sebuah mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka sampaikanlah apa pendapatmu!"menjawab: "Wahai ayah, laksanakanlah apa yang ditentukan; dengan perkenan Allah, kamu akan menemukanku termasuk orang-orang yang sabar." Kesabaran Ismail ini tertulis dalam Surat As-Saffat ayat 102 yang memilik arti: Maka ketika anak itu sampai (pada umur) mampu berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimana bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayah! lah yang dilakukan (Allah) ganti; insya Allah akan munculku termasuk orang yang sabar.” (QS. As-Saffat: 102).
Karena ketaatan dan ketakwaan serta keikhlasan Nabi Ibrahim tersebut, Allah SWT mengganti tubuh Ismail AS dengan domba yang besar sebagai kurban pengganti Nabi Ismail.
Sungguh indah pemaknaan cinta kepada sang pemilik alam semesta. Melalui peristiwa tersebut kita dapat mengetahui banyak hikmah. Cinta sejati begitu dalam maknanya ketika disertai rasa ikhlas untuk mensyukuri nikmat dan ridho Allah SWT. Kesabaran dan keteguhan iman Nabi Ibrahim AS merupakan bukti tingginya cinta dan iman beliau kepada Allah SWT. Semoga kita semua dapat meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dan Allah ridhoi kita semua untuk menjadi hamba yang bersyukur dan ikhlas di setiap waktu.

Komentar
Posting Komentar