Bagaimana Tumbuhan dapat Beradaptasi pada Musim Kemarau?

 

Gambar 1. Tumbuhan saat berada di musim kemarau
Sumber gambar: Dokumen pribadi

Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang penting untuk menunjang keberlangsungan makhluk hidup di bumi. Disadari atau tidak, tumbuhan memiliki peran penting dalam menjaga keteraturan alam. Dapatkah Anda membayangkan jika dibumi ini populasi tumbuhan terancam karena adanya beragam faktor? Bagaimana dampak jika tumbuhan tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di bumi?. Kita membutuhkan tumbuhan karena tumbuhanlah satu-satunya tempat yang menjadi pabrik penghasil oksigen. Makhluk hidup membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Setiap hari, manusia beraktivitas dengan begitu banyaknya kewajiban yang harus dituntaskan, akibatnya kita kehilangan miliaran sel dan membutuhkan pengganti dari sel yang hilang tersebut. Disinilah peran oksigen sebagai bahan bakar sel-sel tubuh juga membantu tubuh untuk membangun sel-sel baru dengan menggabungkan antara hidrogen dengan nitrogen. Peran hebat tumbuhan yang tidak kalah urgennya adalah sebagai penetralisir udara. Banyaknya tumbuhan yang ada dilingkungan sekitar dapat menjaga udara agar tetap bersih dan sehat. Lantas, pernahkah kita berpikir bagaimana tumbuhan dapat bertahan hidup saat kekurangan air?

Bumi seiring bertambahnya masa atau waktu mengalami peningkatan suhu. Perubahan suhu yang lebih tinggi mengakibatkan pola cuaca yang tidak biasa. Diksi perubahan iklim dan pemanasan global sudah tidak asing lagi didengar oleh indra pendengaran kita. Pemanasan global (global warming) adalah suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Selama kurang lebih seratus tahun terakhir, suhu rata-rata di permukaan bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (Utina, R. 2009). Apa yang terjadi jika dilingkungan sekitar tidak ada air? Bagaimana tumbuhan dapat bertahan hidup dengan perubahan lingkungan yang dinamis?

Tumbuhan memiliki strategi khusus untuk mempertahankan diri pada saat musim kemarau. Sungguh Hebat bukan! melalui gen yang dikodekan dalam DNA mereka tumbuhan mampu bertahan saat musim kemarau tiba. Beberapa tumbuhan dibantu oleh struktur khusus yang membantu bertahan hidup. Seperti contoh tanaman Succulent (Tanaman yang memiliki daun dan batang yang menebal dan berdaging serta memiliki kemampuan untuk menyimpan air). Tanaman ini dapat bertahan selama bertahun-tahun ketika musim kemarau tiba karena mereka memiliki kemampuan menyimpan air didalam umbi. Tanaman ini memiliki Waxy layer (lapisan lilin) yang tebal untuk mencegah kehilangan air. 

Air yang hilang dari tanaman dikarenakan adanya proses transpirasi dimana pada proses ini terjadi penyerapan air pada bagian akar tanaman dan kemudian air dilepaskan dalam bentuk uap melalui daun. Tumbuhan memiliki pori-pori kecil dibagian bawah daunnya yang biasa kita kenal dengan sebutan Stomata. Stomata berperan dalam seberapa banyak air yang dilepaskan dari daun. Tumbuhan akan menyerap air melalui akarnya dan melepaskannya dalam bentuk uap air melalui stomata tersebut. Kalian tahu laju tranpirasi dipengaruhi apa saja? Tingkat laju transpirasi dipengaruhi oleh suhu, pergerakan udara, kelembapan tanah dan udara. Suhu memiliki kendali penting dalam laju transpirasi. Semakin tinggi suhu makan semakin tinggi pula laju transpirasi pada tanaman. Begitu pun sebaliknya, sehingga jika suhu tetap tinggi pada jangka waktu yang lama pada musim kemarau tumbuhan mengurangi transpirasi untuk menghemat air didalam tumbuhan.

Tahukah kalian, pada musim kemarau tumbuhan juga tetap melakukan fotosintesis lohh :). Kita ketahui bersama, bahwa tumbuhan berwarna hijau karena mengandung zat kimia hijau yang disebut klorofil. Klorofil tersebut terdapat pada kloroplas. Klorofil menggunakan sinar matahari untuk membuat gula dengan menggunakan air dan karbon dioksida. Ketika didalam tanah tersedia cukup air, tanaman akan menyerap melalui akarnya. Air ini digunakan sekaligus dikeluarkan melalui transpirasi oleh stomata yang terbuka pada daun. Pada situasi ini, fotosintesis terjadi secara normal dimana karbon dioksida dan oksigen diserap dan dilepaskan melalui stomata terbuka. Berbeda ketika air dalam tanah dalam skala terbatas. tumbuhan berupaya untuk mencegah kehilangan air dengan menutup stomata pada daun menggunakan Asam Absisat (ABA). Mengapa demikian? karena ketika stomata tertutup proses fotosintesis akan berkurang karena tidak ada karbon dioksida yang dapat masuk melalui stomata. Berkurangnya fotosintesis menyebabkan lebih sedikit energi yang dihasilkan oleh tanaman dan pada kondisi tersebut tumbuhan tidak akan mengalami pertumbuhan karena proses transpirasi berkurang. 

Tumbuhan memiliki strategi dan adaptasi khusus dalam menghadapi musim kemarau. Mulai dari kemampuan mempertahakan air didalam salah satu organnya seperti pada tanaman Succulent yang menyimpan air dalam umbinya hingga kemampuan mengurangi proses transpirasi sehingga proses fotosintesis menjadi berkurang dan air dalam tumbuhan dapat tersimpan lebih banyak. 

Begitu indahnya kedinamisan alami yang diciptakan oleh tuhan. So, setelah ini mari kita bersama-sama menjaga alam dan mencoba meminimalisir terjadinya  pemanasan global yah :). Betapa baiknya tumbuhan terhadap kita, senantiasa melindungi kita dari banyaknya marabahaya perubahan lingkungan dan memberikan kita oksigen. padahal jika kamu tahu, setiap hari manusia membutuhkan 2.200 liter oksigen. Coba bayangkan saja jika 2.200 liter oksigen itu dikalikan dengan harga per liter oksigen di pasaran. Xixixi, cukup fantastis bukan hasilnya.


Sumber Rujukan: 
Utina, R. (2009). Pemanasan global: dampak dan upaya meminimalisasinya. Jurnal Saintek UNG3(3).
Basu, S., Ramegowda, V., Kumar, A., and Pereira, A. 2016. Plant adaptation to drought stress. F1000Res 5 (F1000 Faculty Rev):1554.
Dimmit, M.A. 1997. How plants cope with the desert climate. Sonorensis. Vol.17.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti Cinta Sejati Yang Mendalam dalam Kisah Historis Awal Mula Adanya Qurban

Meraih Sukses Sejati dalam Kehidupan

Hal yang harus dilakukan remaja agar hidup sukses dan berkualitas